Tata cara ta,aruf online

Gara-gara viralnya pernikahan pasangan pesohor yang konon tak pernah saling pacaran sebelumnya, banyak orang yg ingin tau dengan tata cara taaruf. Menurut kabar yang beredar, dua sejoli itu cuma melakukan taaruf secara online, dilanjutkan lamaran, kemudian menikah.

Terlepas dari persoalan apakah mereka telah melakukan cara taaruf yang benar, keduanya toh telah meresmikan diri sebagai pasangan suami istri sah. Nah, bergotong-royong apa sih taaruf itu? Lalu, bagaimana cara taaruf dalam Islam?

Taaruf merupakan perkenalan antara laki-laki dan perempuan buat tujuan menikah sesuai dengan cara-cara yg disunahkan. Proses perkenalan ini biasanya dikerjakan dengan bertamu ke rumah pihak perempuan sekaligus mengenalkan kedua keluarga. Kata “taaruf” sendiri telah masuk dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia yg yaitu serapan dari bahasa Arab, “lita’arafu” yang bermakna saling mengenal.

Cara Taaruf yg Sahih

Bagi kamu yg penasaran dengan metode taaruf sampai menikah, berikut ini yaitu beberapa tahapan.

Tata cara ta,aruf online

Sebelum kalian membicarakan lebih lanjut mengenai tahap Taaruf, ada informasi penting juga nih. Untuk kita yang memang sudah menemukan dambatan hati, buru-burulah menikah. Lalu jika kamu telah diberikan buah hati, kalian dapat mencoba memberikan nama untuk bayi yang memiliki nama bayi islami yang indah dan baik.

Saling Membuat Proposal

Jangan bayangkan tata cara taaruf itu cuma mengandalkan kesanggupan berbicara dan meyakinkan kandidat pasangan dan keluarga. Pasalnya, masing-masing calon pasangan wajib membuat usulan bagi saling diajukan.

Namanya tawaran niscaya harus dibuat secara tertulis serta visi dan misi kandidat pasangan di periode mendatang sehabis menikah.

Nir cukup hanya foto karena harus dilengkapi dengan data diri dan keluarga, rencana acara pernikahan, target keturunan dan pendidikan anak, dan tentu saja tingkat wawasan soal agama Islam. Singkatnya, proposal ini tidak yang lain semacam CV (Curriculum Vitae) buat keperluan mengenalkan diri ke kandidat pasangan.

Lalu, siapa yg bakal menyerahkan ajuan itu? Kan kandidat pasangan tidak boleh bertemu dulu?

Nah, di sinilah ada tugas seorang mediator atau pembina bagi mencarikan pasangan melalui usulan yang telah dibuat. Mediator itu juga punya tugas sebagai pengirim ajuan ke calon pasangan yang diinginkan.

Bertukar Proposal

Kalau telah ada calon yang diharapkan, ajuan itu bisa diberikan kepadanya. Begitu juga sebaliknya, si pemberi juga akan mendapatkan proposal dari kandidat yg telah dikirimi. Saling bertukar ajuan merupakan salah sesuatu tahapan dari cara taaruf yang benar, dan sangat menentukan langkah ke depannya.

Setelah masing-masing kandidat menerima dan mempelajari proposal yg diterimanya, pihak perantara akan menanyakan apakah mereka telah memutuskan pilihan. Kalau keduanya telah merasa mantap, saatnya mengatur meeting.

Proposal yg diterima masing-masing calon pasangan itu akan dipelajari juga oleh pihak keluarga. Peran keluarga utama buat memperlihatkan yg terbaik buat anaknya agar benar-benar mampu memilih pasangan terbaik.

Pertemuan Calon Pasangan

Pertemuan | unsplash.com
Cara taaruf dalam Islam selanjutnya ialah berjumpa dengan kandidat pasangan. Eits, tunggu dulu. Dilarang keras berjumpa hanya berduaan. Kamu dan calon pasanganmu hanya boleh ketemu seandainya didampingi mediator.

Rendezvous itu untuk menanyakan kesiapan masing-masing kandidat. Jika keduanya telah merasa cocok, proses berikutnya dapat dikerjakan. Oh ya, momen pertemuan dengan calon pasangan ini pun ada adabnya lho.

Masing-masing tak boleh berlebihan dalam menatap calonnya. Khusus buat perjaka, pandangan matanya tidak boleh jelalatan memperhatikan calon pasangannya.

Lalu, di manakah meeting itu dilakukan? Hal ini bisa dibahas lalu antara kedua calon pasangan melalui mediator. Lokasi itu sebaiknya jangan di salah sesuatu rumah calon pasangan. Lebih baik di daerah yang netral dan tenteram buat keduanya. Tentu saja proses pembahasan tempat itu harus melalui pihak mediator.

Mempertemukan Keluarga dan Khitbah

Nah, saatnya meeting antara beberapa keluarga dan dilanjutkan dengan khitbah. Apa itu khitbah? Dalam rangkaian tata cara taaruf sampai menikah, khitbah yaitu proses peminangan alias lamaran.

Penting untuk diketahui bahwa jarak dari proses perkenalan pertama hingga merasa cocok dan lamaran tak boleh terlalu usang. Paling usang sekitar 3 pekan. Seperti yg kalian pahami, taaruf bukanlah pacaran yg kami ketahui pada umumnya.

Taaruf merupakan proses perkenalan antara beberapa calon buat kemudian dilanjutkan ke jenjang yang lebih serius. Jadi, dalam rangkaian sistem taaruf, khitbah sejatinya melibatkan keluarga dari beberapa calon pasangan. Rendezvous antara dua keluarga ini bisa sekaligus membahas planning acara akad dan resepsi.

Akad Nikah

Kalau semuanya sudah setuju, akan dari tanggal acara dan tetek bengek yang lain, beberapa kandidat tinggal melanjutkan langkah simpulan dari cara taaruf yg benar, yaitu menyelenggarakan akad nikah.

Untuk program ijab kabul ini bisa diadaptasi akad kedua keluarga selama tak melanggar syariat Islam.

Cara taaruf dalam Islam bantu-membantu tidak ribet asalkan semua pihak yg menjalani paham dengan kaidah dan ketentuannya. Toh, tujuan utamanya ialah demi kebaikan dari kedua calon pasangan.

Menikah adalah ibadah yg disunahkan dalam Islam, mau menerapkan praktik taaruf atau tak, segala kembali pada kepercayaan pihak yg menjalani. Nah, itulah rangkaian sistem taaruf hingga menikah yg agar bisa membantumu dalam kehidupan ini.

Pembelajaran Lebih Lanjut : taaruf

By admin